Past or Present?
Sebenarnya mana sih yang lebih penting? Masa sekarang atau masa lalu?
Masa sekarang memang tidak pernah lepas dari yang namanya masa lalu. Apa yang terjadi di masa lalu secara langsung ataupun tidak langsung akan mempengaruhi keadaan di masa sekarang. Setuju ga?
Hmmm…
Memang benar, tapi… jika kita udah hidup di masa yang sekarang, buat apa kita selalu melihat ke masa lalu? Kadangkala memang penting untuk menengok kembali ke belakang. Untuk refleksi diri. Untuk sekedar mengenang memori yang dulu pernah ada. Untuk mencegah terjadi hal-hal yang dulu sudah pernah terjadi di masa lalu. Untuk pembelajaran diri lah.
Nengok ke belakang, tapi jangan kelamaan nengok ke belakangnya. Nanti jadi ga bisa liat ke depan lagi. Dan jadi bingung di tempat kita berpijak sekarang. Bingung. Antara maju ke depan atau melihat ke belakang terus?
Buat apa hidup di masa sekarang, tapi sebagian diri kita masih ketinggalan di masa lalu. Buat apa? Sama saja terbayang-bayang masa lalu. Hidup dalam bayang-bayang. Apa enaknya sih? Terkungkung di dalam hal yang membuat kita jadi ga berani untuk maju ke depan.
Pastikan dulu. Kalau memang mau maju ke depan, harus bisa dan harus sudah lepas dari masa lalu itu. Karena kalau enggak, kasian masa depannya yang bakalan selalu dihantui oleh masa lalu. Kasian diri kamu sendiri juga. Yang ga pernah berani untuk mengambil resiko. Untuk pindah dari posisi kamu berdiri sekarang. Karena yang namanya masa lalu, akan tetap ada. Tergantung gimana kita bersikap terhadap si masa lalu itu.
Buat saya sendiri. Saya sudah melepaskan semua masa lalu itu. Sudah berhasil memaafkan kesalahan-kesalahan yang saya buat di masa lalu. Udah benar-benar lepas. Karena saya pikir, buat apa terus-terusan berada di masa itu. Capek sendiri. Hidup terus berjalan. Dunia terus berputar. Kadang di atas, kadang di bawah. Kadang di masa sekarang, kadang di masa lalu. Tapi yang penting tergantung gimana kitanya bersikap. Mau maju atau enggak? Kalau mau tetap jatuh di bawah ya silahkan. Kalau mau tetap di masa lalu ya monggo. Tapi ya sekali lagi, Hidup terus berjalan. Silahkan saja kalau mau terjebak di ‘kondisi’ yang sama terus menerus selama kurun waktu yang lama.
No comments:
Post a Comment