Monday, August 13, 2012

Neptunus, Dongeng, dan Lukisan

Dan kau ada diantara milyaran manusia.. dan ku bisa dengan radarku menemukanmu.... 


Luhde : "Bagaimana kita bisa tahu kapan waktunya untuk menyerah, dan kapan waktunya untuk bertahan?"

Karel : "Kalau memang betul itu kata hati kamu, ikuti saja."

Wayan : De, Poyan percaya hidup ini sudah diatur. Kita tinggal melangkah. Sebingung dan sesakit apapun, semua sudah disiapkan bagi kita. Kamu tinggal merasakannya saja, rasakan saja De. Kamu pasti tahu jawabannya, begitu juga dengan dia."

Luhde : Saya belajar dari kisah hidup seseorang. Hati tidak pernah memilih. Hati dipilih. Jadi, kalo Keenan bilang, Keenan telah memilih saya, selamanya Keenan tidak akan pernah tulus mencintai saya. Karen hati tidak perlu memilih. Ia selalu tahu kemana harus berlabuh."

Remi : Kalo gak begini, saya akan selalu meminta kamu untuk mencintai saya, Gy. Semua yang kami lakukan adalah karena saya meminta. Carilah orang yang gak perlu meminta apa-apa, tapi kamu mau memberikan segalanya."

Mungkin harus dengan cara yang kamu bilang dulu. Berputar menjadi sesuatu yang bukan kita, demi menjadi diri kita lagi
Keenan
hal. 46

Kenangan itu Cuma hantu disudut pikir. Selama kita cuma diam dan nggak berbuat apa-apa, selamanya dia tetap jadi hantu. Nggak akan pernah jadi kenyataan.
Luhde
hal. 221

Hati kamu mungkin memilihku, seperti juga hatiku selalu memilihmu. Tapi hati bisa tumbuh dan bertahan dengan pilihan lain.
Wayan
hal. 299

Kalo itu memang betul kata hati kamu, ikuti saja. Nggak akan pernah mungkin salah.
Karel
hal. 405

“Akan ada satu saat kamu akan bertanya: pergi ke mana semua inspirasiku? Tiba-tiba kamu merasa ditinggal pergi. Hanya bisa diam, tidak lagi berkarya. Kering. Tapi tidak selalu itu berarti kamu harus mencari objek atau sumber inspirasi baru. Sama seperti jodoh, Nan. Kalau punya masalah, tidak berarti harus cari pacar baru, kan? Tapi rasa cinta kamu yang harus diperbarui. Cinta bisa tumbuh sendiri, tapi bukan jaminan bakal langgeng selamanya, apalagi kalau tidak dipelihara. Mengerti kamu?”

Bersama kamu aku tidak takut lagi menjadi pemimipi. .. Karena hanya bersama kamu, segalanya terasa dekat, segala sesuatunya ada, segala sesuatunya benar. Dan Bumi hanyalan sebutir debu dibawah telapak kaki kita.


"Hati tidak pernah memilih. Hati dipilih."

Perahu Kertas mengusung sebuah realita tentang betapa jalan hidup itu tidak bisa ditebak, baik itu masalah percintaan, karir, dll. Beberapa orang belum tahu kemana mereka harus menuju dalam hidupnya, beberapa orang sudah memiliki tujuan yang jelas dalam hidupnya. Meski tujuan hidup kita sudah jelas di depan mata, ternyata untuk mencapainya, tidaklah semudah melihatnya. Tidak semua orang bisa mengambil garis lurus dan segera melaju ke tujuannya. Ada kalanya kita harus berputar, berkeliling, dan mengambil jalan yang berliku nan panjang untuk bisa sampai ke tujuan kita. 
never try to find love, just let love finds you.

Friday, August 10, 2012


Aku jatuh cinta pada seseorang yang hanya mampu aku gapai sebatas punggungnya saja.

Seseorang yang aku sanggup menikmati bayangannya dan tidak akan pernah bisa aku miliki,

seseorang yang hadir bagai bintang jatuh, 
sekelebat kemudian menghilang, 
sebelum tangan ini sanggup mengejar,

seseorang yang hanya bisa aku kirimi isyarat, 
sehalus udara, langit awan atau hujan.


Pahit - Manis


SARAS: Ih, pahit! Kok bisa sih minum kopi gak manis gini?
BRAM: Soalnya kalo kita minum yang pahit, kita jadi inget kalo di luar sana ada yang manis.

(Penggalan dialog dalam “Cicak di Dinding”, bagian dari omnibus film “Rectoverso”)

Tuesday, August 7, 2012

Teaser Perahu Kertas


Kukirimkan.... Entah kemana....

Saturday, August 4, 2012


“Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkan ia dimengerti jika tak ada spasi? Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang?” 

“Semua perjalanan hidup adalah sinema. Bahkan lebih mengerikan. Darah adalah darah, dan tangis adalah tangis. Tak ada pemeran pengganti yang akan menanggung sakitmu.”
― Dee, Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh

“Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring.(Spasi)”
― Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

“aku gak mau sepuluh, dua puluh tahun dari hari ini, aku masih terus-terusan memikirkan orang yg sama. bingung di antara penyesalan dan penerimaan.”
― Dee, Perahu Kertas

“Cinta kan tidak butuh tali. Ia membebaskan. Jadi buat apa kita melawan arusnya dan malah saling menjajah?” 

“Kadang - kadang pilihan yang terbaik adalah menerima...”
― Dee, Rectoverso

“Momentum tidak dapat dikejar. Momentum hadir. Begitu ia lewat ia tidak lagi sebuah momentum. Ia menjadi kenangan. Dan kenangan tidak akan membawa Anda kemana-mana. Kenangan adalah batu-batu di antara aliran sungai. Anda seharusnya menjadi arus bukan batu.” 

“I'd like to find the guy who invented the proverb 'go with the flow' and lead him to an ocean full of hungry sharks. And see how he would flow. I'd really like to know.”
― Dee, Rectoverso

“Kendati batas antara kebebasan dan ketidakpedulian terkadang saru”
― Dee, Madre

“Kamu benar, Puteri. Perasan itu sudah mengkristal. Dan akan kusimpan. Selamanya.”
― Dee, Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh

“Semua pertanyaan selalu berpasangan dengan jawaban. Untuk keduanya bertemu, yang dibutuhkan cuma waktu”
― Dee, Supernova: Partikel

“Kalau lawan bicaramu mendengar dengan sepenuh hati, beban pikiranmu menjadi ringan. Kalau kamu tambah ruwet, meski yang mendengarkanmu tadi seolah serius mendengar, berarti dia tidak benar-benar hadir untukmu.”
― Dee, Supernova: Partikel

“Walau tak ada yang sempurna, hidup ini indah begini adanya. Filosofi Kopi”
― Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

“Kamu takut. Kamu takut karena ingin jujur. Dan kejujuran menyudutkanmu untuk mengakui kamu mulai ragu.” 

“Gy, jalan kita mungkin berputar, tetapi satu saat, entah kapan, kita pasti punya kesempatan jadi diri kita sendiri. Satu saat kamu akan jadi penulis dongeng yang hebat. Saya yakin” 

“Bila engkau ingin satu, maka jangan ambil dua. Karena satu menggenapkan, tapi dua melenyapkan. Mencari Herman”
― Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

“Masih perlukah aku bertanya atas sesuatu yang sebetulnya sudah kuketahui jawabannya?”
― Dee, Supernova: Partikel

“Hidup akan mengikis apa saja yang memilih diam, memaksa kita untuk mengikuti arus agungnya yang jujur tetapi penuh rahasia. Kamu, tidak terkecuali.”
― Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

“Kadang-kadang langit bisa kelihatan seperti lembar kosong. Padahal sebenarnya tidak. Bintang kamu tetap di sana. Bumi hanya sedang berputar.”