Tuesday, May 29, 2012

hold my hand, shall we?


hold my hand and let's run away forever.
shall we?

Perahu Kertas

Dear Neptunus.. Aku mencintainya.. Di depannya aku menjadi diriku sendiri.. Seperti airmu yang selalu membawa semua pesanku.. Dia pun begitu.. Membuatku hanyut oleh sorot matanya.. Membuatku lupa oleh kesederhaaan suaranya sampai aku tak bisa katakan apa-apa padanya.. Bahkan untuk sekedar bilang rindu.. Atau butuh..

Banyak.. Yang enggak ngerti.. Lalu terluka dan saling menyalahkan.. Karena itu aku takut bicara tentang hati.. Maka kutuliskan saja.. Lalu kusimpan.. Dan mungkin kukirimkan ke..Entah kemana..

Saturday, May 12, 2012

Memimpikan impian

Setiap orang pasti bermimpi, tapi tidak dengan cara yg sama. Orang-orang yang bermimpi di malam hari dengan sisa-sisa pikirannya, terbangun setiap pagi hari dan menemukan bahwa itu hanyalah sesuatu yang tidak nyata. Tapi orang-orang yg bermimpi sepanjang matahari bersinar adalah orang-orang berbahaya karena mereka bisa bergerak dalam mimpinya dengan mata terbuka dan melihat semuanya nyata. -T.E.Lawrence-

Tuesday, May 1, 2012

White chocolate mocha dan sebuah penantian

Sore ini..
Saya sedang menunggu di sebuah coffee shop di sebuah mall di daerah jakarta selatan. Rencana awal adalah ada liputan di sini. Tapi ternyata begitu saya sampai di venue, tempatnya sepi. Setelah saya telepon ke pihak EO mereka memberitahu bahwa acaranya memang diundur. Mereka bilang sudah mengirimkan pemberitahuan melalui fax. Tetapi saya merasa tidak pernah menerimanya. Singkat cerita, saya jadi nganggur. Selain karena harus nunggu mobil kantor yg lagi dipakai oleh reporter lainnya.

Sebenarnya, saya suka sekali nongkrong di sebuah coffee shop. Walaupun saya bukan pecinta kopi. Jujur lebih milih chocolate atau bahkan teh. Hahaa.. Yg saya suka kalo nongkrong di coffee shop adalah suasananya. Saya senang mengamati orang yang ada di tempat ini secara diam-diam. Memperhatikan tingkah laku mereka. Detail. Mendengarkan perbincangan mereka yang beragam. Tentang ini dan itu. Hhaha.

Awalnya saya mengira kalo kebiaan saya yg satu ini, sangatlah aneh. Nyatanya tidak. Beberapa hari lalu, ketika saya mengikut travel writing workshop, mbak Chika selaku pembicara mengatakan bahwa untuk menjadi seorang travel writing, salah satu kuncinya adalah harus suka memperhatikan tingkah laku org, mendengar dengan detail dan seksama. Mungkin saya ini termasuk orang yg selalu pengen tahu. Alias kepo. Hahaa.. Tapi kepo dalam hal yang positif loh ya. Saya kurang begitu suka terlalu mencampuri urusaan orang, apalagi kalo sudah menyangkut yang sifatnya pribadi. Soalnya saya juga ga suka terlalu dikepoin sama org lain. :p Seringkali dari mengamati ini, saya menemukan banyak hal. Ya yang lucu, unik, bikin gemes, bikin kesel, sedih, dan sebagainya. Seperti misalnya, di salah satu momen pengamatan saya, ada sepasang kekasih yang lagi berantem. Si cewek terlihat sangat marah dan berapi2, sementara si cowok diem aja. Di tengah2 perdebatan mereka, si cewek mulai nangis perlahan. Melihat hal tersebut, saya juga ikutan terharu. Entahlah, mungkin karena saya juga perempuan. Aau mungkin karena saya juga pernah berada dalam posisi yg sama dengan si cewek itu. Cerita lainnya, ada 1 pereempuan dan 1 laki-laki. Sepertinya mereka belum jadian, lagi pedekate. Atau mungkin baru jadian tapi masih malu2. Pada saat itu, mereka ngobrol ttg banyak hal. Salah satunya adl. Travelling. Dari perbincangan mereka, saya jadi tahu beberapa tempat baru dan kondisi disana. Gatel sih kadang, pengen ikut nimpalin, kasih komentar ini itu. Hahaa. Tapi ya itu, belagak cuek n pasang muka datar. Pura2 ga denger apa yg sdg mereeka bicarakan, :p Pernah juga, ada momen ketika lagi mengamati sekumpulan anak2 remaja. Saya mencuri dengar apa yg mereka bicarakan. Gimana gerak gerik mereka, dan sebagainya. Lucu jugayaa ternyata anak remaja jaman sekarang. Cieilahh, sok tua banget ya gue. :p lucu sih, tapi juga bikin keki. Haha :))

 Dan...sampai saat ini, saya masih menunggu. Menunggu dijemput sama mobil kantor. Haha.. Menunggu terkadang terasa membosankan. Kadang juga terasa sangat menyenangkan. Seringkali orang enggan menunggu. Entah itu menunggu dalam konteks apa. Beberapa atau kebanyakan dari mereka, selalu memburu2 sesuatu, tidak mau sabaran. Yah, balik lagi ke karakter masing2. Dan tergantung apa sih yg sedang kamu tunggu? #blah. Udah ah, nanti ujung2nya curhat. :)) Jadi, kapan nih saya ditraktir secangkir kopi..atau mungkin secangkir teh atau chocolate? Anyone? :)