Sunday, February 27, 2011
Can u make up your mind?
Cant make up your mind
Please dont waste my time
Not tryin to rewind
I wish our hearts could come together as one.
Tuesday, February 22, 2011
Apakah itu benar kamu?
Saya tidak tahu apa yang sebenarnya ada di dalam pikiranmu. Apa yang ada di dalam hatimu. Apa yang kamu lakukan dan apa rencanamu. Apa mungkin saya yang tidak peka, saya yang terlalu bermimpi manis, atau memang kamu yang jahat, kamu yang selalu berpura2.
Desember kemarin, kita bertemu. Memang sempat tidak enak pada awalnya. Tapi kemudian, kamu yang memulai semuanya. Memulai untuk bersikap masih seperti pacar. Memulai semua tutur kata, kontak fisik, dan lainnya, yang seakan2 masih menggambarkan kalau kita pacaran. Bahkan keluargamu pun masih menerima saya. Semua keluarga besarmu. Yah, mungkin mereka tidak tahu apa yang saat itu sedang terjadi diantara kita.
6 bulan sebelumnya...
Saat kamu di dalam sana. dan kita dekat lagi. dan ketika kamu mengajak kembali untuk memulai hubungan ini. Saya kira kamu benar2 serius dengan hal itu. Karena saya tidak melihat ada kepalsuan dalam diri kamu.
Dan ketika kamu keluar dari penjara itu. Kamu terlihat sangat sangat antusias melihat dan bertemu saya. Saya masih inget dengan jelas smua yang kamu katakan dan kamu lakukan pada saat itu.
1 tahun sebelumnya...
Mungkin dulu kita pernah sama2 berbuat salah. Saya dan kamu. Saling menyakiti hati masing2. Dan saya kira, kita sudah saling memaafkan dan melupakan hal tersebut. Dan mengubur dalam2, membuang jauh2, smua kenangan pahit yang pernah kita rasakan. Saya kira begitu. Tapi mungkin nyatanya kamu belum bisa sepenuhnya melupakan hal itu. Entah itu alasan atau memang benar adanya.
Setelah ratusan kenangan, kejadian, perasaan, rintangan, kebahagiaan, yang kita lalui. Salahkah kalau saya menginginkan semua ini masih berjalan. Dengan kamu. Dengan semua dan apa yang telah kita bangun bersama-sama. Bahkan ketika kamu terkena 'musibah'itu, saya tetap bersama mu. Tetap disamping kamu, support kamu, dan menemanimu menjalani hari2mu disana. Bukan. Bukan saya pamrih atau jadi perhitungan dengan semua ini.Tapi coba tolong, ingat2 masa itu, ketika kita susah, kita tetap bersama. Tapi kenapa sekarang, kamu tampak menyerah begitu saja.
Terserah orang lain atau kamu menilai aku egois atau gimana. tapi kayaknya kamu yang lebih egois dengan semua ini.
Tnyata, apa yang saya dengar waktu itu ketika mama mu bicara sama kamu malam itu. Benar.
bahwa kamu mudah bosen. bahwa kamu sedang labil. Kalau memang begitu keadaannya, kenapa ga sendiri2 dulu aja? Kenapa kamu memilih cara dan jalan ini?
Saya tidak habis pikir kenapa kamu mengklaim bahwa diri kamu itu mudah bosen, bukan orang baik, ga bisa serius, ga punya sesuatu yang berarti, merasa menjadi penghalang buat aku, ini itu dan lain2nya. Saya sangat mengerti kalau mungkin kamu minder, atau merasa down dengan keadaan kamu yg dulu itu, Tapi coba deh ingat, apakah saya pernah membebankan hal itu ke kamu? Tidak. Aku tidak pernah sama skali membebankan hal itu ke kamu. Saya sangat bisa mengerti kalau sekarang mungkin kamu ingin membangun diri kamu sndiri dulu, ingin selesai kuliah, ingin kerja yang benar, menyelesaikan tanggung jawab ke orang tua mu dulu, dan hal lainnya. Tapi tidak dengan memutuskan semua yang sudah kita jalin selama 2,5 tahun ini.
Maaf kalau mungkin dulu aku pernah nyakitin kamu dalam bentuk apapun.
Maaf kalau aku posesif dan cemburuan. Tapi aku melakukan itu semua semata-mata karena tidak mau kehilangan kamu. Karena aku sangat sayang sama kamu.
Maaf kalau aku tidak bisa atau belum bisa menerima semua perlakuan mu itu. Semua sikapmu dan kata2 yang seakan2 menghindar dan meremehkan.
Saya tidak mau, melihatmu, datang ke aku, suatu waktu nanti, menangis dan meminta maaf dan menyesal telah melakukan semua hal itu dulu, DEJAVU. it hurts me!
:(
ah entahlah.
Goodnite Universe. Goodnite You!
Desember kemarin, kita bertemu. Memang sempat tidak enak pada awalnya. Tapi kemudian, kamu yang memulai semuanya. Memulai untuk bersikap masih seperti pacar. Memulai semua tutur kata, kontak fisik, dan lainnya, yang seakan2 masih menggambarkan kalau kita pacaran. Bahkan keluargamu pun masih menerima saya. Semua keluarga besarmu. Yah, mungkin mereka tidak tahu apa yang saat itu sedang terjadi diantara kita.
6 bulan sebelumnya...
Saat kamu di dalam sana. dan kita dekat lagi. dan ketika kamu mengajak kembali untuk memulai hubungan ini. Saya kira kamu benar2 serius dengan hal itu. Karena saya tidak melihat ada kepalsuan dalam diri kamu.
Dan ketika kamu keluar dari penjara itu. Kamu terlihat sangat sangat antusias melihat dan bertemu saya. Saya masih inget dengan jelas smua yang kamu katakan dan kamu lakukan pada saat itu.
1 tahun sebelumnya...
Mungkin dulu kita pernah sama2 berbuat salah. Saya dan kamu. Saling menyakiti hati masing2. Dan saya kira, kita sudah saling memaafkan dan melupakan hal tersebut. Dan mengubur dalam2, membuang jauh2, smua kenangan pahit yang pernah kita rasakan. Saya kira begitu. Tapi mungkin nyatanya kamu belum bisa sepenuhnya melupakan hal itu. Entah itu alasan atau memang benar adanya.
Setelah ratusan kenangan, kejadian, perasaan, rintangan, kebahagiaan, yang kita lalui. Salahkah kalau saya menginginkan semua ini masih berjalan. Dengan kamu. Dengan semua dan apa yang telah kita bangun bersama-sama. Bahkan ketika kamu terkena 'musibah'itu, saya tetap bersama mu. Tetap disamping kamu, support kamu, dan menemanimu menjalani hari2mu disana. Bukan. Bukan saya pamrih atau jadi perhitungan dengan semua ini.Tapi coba tolong, ingat2 masa itu, ketika kita susah, kita tetap bersama. Tapi kenapa sekarang, kamu tampak menyerah begitu saja.
Terserah orang lain atau kamu menilai aku egois atau gimana. tapi kayaknya kamu yang lebih egois dengan semua ini.
Tnyata, apa yang saya dengar waktu itu ketika mama mu bicara sama kamu malam itu. Benar.
bahwa kamu mudah bosen. bahwa kamu sedang labil. Kalau memang begitu keadaannya, kenapa ga sendiri2 dulu aja? Kenapa kamu memilih cara dan jalan ini?
Saya tidak habis pikir kenapa kamu mengklaim bahwa diri kamu itu mudah bosen, bukan orang baik, ga bisa serius, ga punya sesuatu yang berarti, merasa menjadi penghalang buat aku, ini itu dan lain2nya. Saya sangat mengerti kalau mungkin kamu minder, atau merasa down dengan keadaan kamu yg dulu itu, Tapi coba deh ingat, apakah saya pernah membebankan hal itu ke kamu? Tidak. Aku tidak pernah sama skali membebankan hal itu ke kamu. Saya sangat bisa mengerti kalau sekarang mungkin kamu ingin membangun diri kamu sndiri dulu, ingin selesai kuliah, ingin kerja yang benar, menyelesaikan tanggung jawab ke orang tua mu dulu, dan hal lainnya. Tapi tidak dengan memutuskan semua yang sudah kita jalin selama 2,5 tahun ini.
Maaf kalau mungkin dulu aku pernah nyakitin kamu dalam bentuk apapun.
Maaf kalau aku posesif dan cemburuan. Tapi aku melakukan itu semua semata-mata karena tidak mau kehilangan kamu. Karena aku sangat sayang sama kamu.
Maaf kalau aku tidak bisa atau belum bisa menerima semua perlakuan mu itu. Semua sikapmu dan kata2 yang seakan2 menghindar dan meremehkan.
Saya tidak mau, melihatmu, datang ke aku, suatu waktu nanti, menangis dan meminta maaf dan menyesal telah melakukan semua hal itu dulu, DEJAVU. it hurts me!
:(
ah entahlah.
Goodnite Universe. Goodnite You!
Subscribe to:
Posts (Atom)